Demutualisasi BEI Dikebut pada 2026, Ini Manfaat Besar bagi Investor dan Pasar Modal Indonesia

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:37:57 WIB
Demutualisasi BEI Dikebut pada 2026, Ini Manfaat Besar bagi Investor dan Pasar Modal Indonesia

JAKARTA - Perubahan besar tengah disiapkan di pasar modal Indonesia pada tahun 2026. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menjalankan proses demutualisasi sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Langkah ini dinilai menjadi fase penting dalam transformasi tata kelola bursa agar lebih modern, profesional, dan berdaya saing global.

Demutualisasi sendiri merupakan perubahan struktur kepemilikan bursa yang sebelumnya dimiliki oleh para Anggota Bursa menjadi perusahaan dengan struktur kepemilikan yang lebih terbuka. Dengan model tersebut, bursa diharapkan memiliki independensi yang lebih kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengembangan pasar.

Rencana percepatan demutualisasi BEI pada tahun ini juga menjadi perhatian berbagai pelaku industri pasar modal. Banyak pihak menilai kebijakan ini dapat membawa dampak positif dalam jangka panjang, baik terhadap tata kelola bursa, likuiditas pasar, maupun daya tarik investor global terhadap Indonesia.

Tujuan Demutualisasi Membuat Bursa Lebih Independen

Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menjelaskan manfaat utama demutualisasi BEI adalah membuat bursa lebih independen dan profesional karena struktur kepemilikannya tidak lagi melekat pada Anggota Bursa.

“Dampaknya, konflik kepentingan berkurang, tata kelola dan pengawasan pasar bisa lebih kuat, dan pengambilan keputusan bisnis bursa jadi lebih cepat serta lebih market-oriented,” ujar Ekky.

Menurut Ekky, perubahan struktur kepemilikan ini akan memberi ruang bagi BEI untuk menjalankan fungsi pengawasan pasar secara lebih objektif. Ketika kepemilikan tidak lagi terikat langsung dengan pelaku transaksi di bursa, potensi benturan kepentingan dapat diminimalkan.

Selain itu, struktur organisasi yang lebih profesional juga diharapkan membuat proses pengambilan keputusan strategis menjadi lebih efisien. Bursa dapat lebih cepat merespons dinamika pasar serta kebutuhan para pelaku industri keuangan.

Dampak terhadap Kepercayaan Investor dan Daya Saing Bursa

Menurut Ekky, hal ini pada akhirnya bisa meningkatkan kepercayaan dan daya saing BEI dibanding bursa regional. Hal ini karena investor cenderung lebih nyaman di pasar yang governance-nya jelas dan transparan.

Dalam pasar modal global, kepercayaan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan minat investor. Ketika tata kelola bursa dinilai kuat dan transparan, investor akan memiliki keyakinan lebih tinggi terhadap keamanan serta stabilitas pasar tersebut.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam peta persaingan bursa saham regional. Bursa yang memiliki sistem pengawasan dan tata kelola yang baik biasanya lebih mudah menarik investor institusi maupun dana investasi global.

Selain itu, transparansi yang meningkat juga dapat mendorong lebih banyak perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan melalui penawaran saham perdana atau IPO.

Potensi Mendorong Likuiditas dan Investor Asing

Ekky menilai efek demutualisasi untuk likuiditas dan investor asing memang tidak instan, tetapi arahnya positif melalui beberapa jalur.

Pertama, kepercayaan pasar naik sehingga persepsi risiko turun dan asing lebih nyaman masuk.

Kedua, bursa punya ruang lebih besar untuk mendorong kebijakan yang pro-likuiditas.

Ketiga, jika ke depan struktur korporasi bursa makin terbuka, maka bursa juga punya peluang lebih kuat untuk investasi teknologi dan layanan data, yang ujungnya membuat pasar lebih efisien dan menarik bagi investor global.

Likuiditas merupakan salah satu indikator penting dalam pasar saham. Semakin tinggi likuiditas, semakin mudah investor melakukan transaksi jual beli saham tanpa memengaruhi harga secara signifikan.

Investasi dalam teknologi juga menjadi faktor yang sangat menentukan perkembangan bursa modern. Infrastruktur perdagangan yang cepat, sistem data yang transparan, serta layanan informasi yang akurat dapat meningkatkan efisiensi pasar dan memudahkan investor dalam mengambil keputusan investasi.

Dengan adanya demutualisasi, BEI memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat aspek teknologi dan inovasi yang dibutuhkan untuk bersaing dengan bursa internasional.

Target BEI Masuk 10 Bursa Terbesar Dunia

Sebelumnya, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan dari seluruh bursa besar yang ada di dunia, salah satu bursa yang belum melakukan demutualisasi adalah BEI.

Saat ini, kata Jeffrey, BEI masuk dalam 20 bursa besar dunia dari segi transaksi.

“Dengan demutualisasi, kami percaya bursa akan lebih modern, lebih lincah, dan tentu akan menjadi lebih profesional,” ujar Jeffrey.

Lebih lanjut, Jeffrey menuturkan demutualisasi akan membuka peluang kepada seluruh pihak, tidak hanya bursa saja, melainkan juga shareholders.

Dengan demutualisasi, tujuan Bursa dalam 4-5 tahun ke depan adalah bisa berada di posisi 10 besar bursa dunia.

Target tersebut menunjukkan ambisi BEI untuk memperkuat posisinya di tingkat global. Dengan dukungan regulasi, modernisasi sistem, serta tata kelola yang lebih profesional, pasar modal Indonesia diharapkan mampu menarik lebih banyak investor dan meningkatkan volume transaksi secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Terkini