Surya Paloh: RUU Perampasan Aset Dinilai Terlalu Dipaksakan

Surya Paloh: RUU Perampasan Aset Dinilai Terlalu Dipaksakan

HORIZONNEWS.ID — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut RUU Perampasan Aset sebagai hal yang unik. Ia mempertanyakan mengapa aturan itu terus dipaksa rampung padahal berpotensi memicu polemik berkepanjangan.

Surya Paloh menilai pembahasan RUU Perampasan Aset terlalu dipaksakan. Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri acara di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Menurut Paloh, ada pihak-pihak yang mendorong agar regulasi tersebut segera dirampungkan. Ia justru mempertanyakan alasan di balik desakan itu.

Alasan Paloh Sebut RUU Ini Unik

"Kalau saya katakan, perampasan aset ini unik, ya kan? Unik sekali menurut saya. Bahkan ada yang memforsir sekali seakan-akan ini penting," kata Paloh.

Paloh lantas menyoroti potensi polemik yang bisa muncul dari aturan tersebut. Baginya, sebuah kebijakan yang memicu keributan justru perlu dipertanyakan urgensinya.

"Padahal kalau hanya ini bisa menimbulkan polemik, untuk apa?" lanjutnya.

Energi Bangsa Diminta Tak Habis untuk Polemik

Politikus senior itu menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional. Ia mengingatkan agar energi bangsa tidak terbuang sia-sia untuk perdebatan yang tak berujung.

"Hal yang paling kita jaga adalah jangan energi bangsa ini terbuang untuk polemik demi polemik. Kita harus bisa save the energy. Jaga stabilitas nasional kita," jelas Paloh.

Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah lebih fokus pada gagasan yang menawarkan solusi. Kritik tanpa jalan keluar dinilainya tidak cukup membantu.

"Salurkan pikiran-pikiran kita, bikin pikiran-pikiran yang kritis, tapi juga solutif. Kan celaka juga hanya mengkritisi, enggak suka, tapi enggak ada jalan keluar. Atau ABS. Dua-dua menurut kita tidak pas itu," sambungnya.

Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut soal sikap resmi Partai NasDem terhadap kelanjutan pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index